Ini jepretan saya sendiri lho... dari Lantai 5 Hotel Atlet Century Park pukul 06.30 WIB tahun 2009 dalam rangka OSN SMP 2009

Archive for 2014

Adil


posted by Unknown

No comments

Mendadak merasa
Semua hal harus diriku yang putuskan

Hai kau, adilkah?

Menantang Bahaya


posted by Unknown

No comments

Masih saja kau mengorek kenanganku yang lalu

Dan aku yakin kau memang senang berkubang dalam genangan luka

Memang kau penantang bahaya

Sajak


posted by Unknown

No comments

Jika rasa dan badai dalam benak tak ingin kau tuangkan

Pun padaku,

Cukup layangkanlah sajakmu

Sesal


posted by Unknown

No comments

Banyak detik terbuang percuma
Berakhir dengan kehampaan
Wajar jika yang ditunggu seperti dapat tamparan
Karena yang menunggu sudah hilang kesabaran

Untuk membuat makin jauh menenggelamkan diri ke dalam danau penyesalan

Harus terima kenyataan

Bahwa akulah yang sebabkan

Disebabkan karena kealpaan seorang insan

Maafkan

Pinta


posted by Unknown

No comments

Keegoisan menumbuhkan harap
Harapan buta mesti ditunaikan

Tapi seperti biasa, kamu yang permisif selalu mengiyakan

Untuk membalasmu,

Aku harus apa?

Tunggu


posted by Unknown

No comments

Jika ada satu hal yang patut dinanti

Kupastikan itu

Kau 

Rupa


posted by Unknown

No comments

Kuharap bukan hanya karena rupa

alasanmu memetik setangkai sekar untuk kau tanam menghiasi jendela kamarmu

Terbakar


posted by Unknown

No comments

Ada susunan huruf yang seakan tabu, membuat detak jantung menghangus seperti abu,

Seseorang  yang asing bagi kita tetapi tak asing bagimu.

Sebelum Ujian II


posted by Unknown

No comments

Diriku tersesat di belantara aksara yang masing-masingnya mengungkapkan sebuah makna

Kemudian terperosok jurang numerik nan teoritis yang masing-masingnya mengungkap suatu misteri

Dan selama itu pula lah aku terjebak badai keraguan,
ketakpastian
kebingungan

Menunggu benak siap melontarkan apa yang dijejalkan kepadanya

Pada hari di mana semuanya menentukan.

Pada Surat Tak Tertuju


posted by Unknown

1 comment

Aku hanya ingin tahu ada apakah gerangan yang tercipta dari kata kata yang kau buat

Yang tak terjamah dan tak tertuju

Apakah di dalam sana ada

Aku?

Apakah aku yang kau

Tuju?

Diam


posted by Unknown

No comments

Dalam bisuku
Dalam diamku
Dalam ronaku

Kuamini kata katamu

Perahu


posted by Unknown

No comments

Jangan khawatir akan kemampuanku mengemudi perahu

Yakinkan dirimu bahwa kita akan bertemu

Di tanjung yang satu

Fantasi


posted by Unknown

No comments

Mungkin ada baiknya aku tak ketahui seluk beluk duniamu

Karena langkahku mungkin juga tak akan bisa menembus batas antara duniaku dan duniamu

Stop


posted by Unknown

No comments

Our clock is still ticking.

Despite of that,

Should we stop counting?

.....


posted by Unknown

No comments

Jadi rasanya seperti ini
Untuk menunggu-nunggu yang ditunggu

Kabut


posted by Unknown

No comments

Kulihat kabut selimuti raga dan pikirmu
Lalu izinkan aku menyibak kabut itu
Sedikit demi sedikit
Dan aku akan membuka tirai yang membungkus
Sehelai demi sehelai

Agar kita bisa beradu pandang dan setara detaknya

Dan bersama

Harap


posted by Unknown

No comments

Ada asa dalam masing-masing diri
Aku dan kamu

Ada harap yang membuncah dari tiap tiap jiwa yang saling pinta

Pinta untuk saling kawani diri
Berlindung dari sergapan sepi

Dan tiap tiap insan masih menyimpan ingin

Wajah mereka memerah dan memanas; berusaha membaca harap yang terpancar dari nurani

Tenggorokan tercekat; lidah kaku
Saat utarakan bisikan kalbu

Masing masing pasti terpikir dalam benak,

"Ayolah, kau pasti mengerti"

Kau Tahu Bahwa Untuk Membuat Kerajinan, Kita Harus Membakar Tembikar


posted by Unknown

No comments

Boleh saja kau tak percaya dan mencoba yakinkan aku berkali-kali,

Tapi kau tahu, bahwa
Sekali tembikar dibakar,
Jangan harapkan ia kembali rekah

Beberapa Menit Sebelum Ujian


posted by Unknown

No comments

Dum tsss dum dum tsss
JLEGEERRR
Astagfirullahaladzim... La illaha Ilallah...
He was sleeping when I arrived
Turunan tan x = sec^2 x
ZRASSSHHH....
Tik tok tik tok tik tok
That cake is made by my mum
Disinfektan bertujuan untuk membasmi patogen
Bedanya dengan sterilisasi...?

Ummm....
Apa.....?
Apa bedanya ya....?
APA BEDANYAAAA???
Oh iya
Sterlisasi untuk membasmi segala bentuk kehidupan mikroba

Deg deg. Deg deg. Deg deg.
Bismillahirrahmanirrahim

"Ya, keluarkan alat tulis, masukkan buku dan gadget. Kita mulai."

Dunia Pribadi


posted by Unknown

No comments

Isinya hanya aku
Tidak ada siapa-siapa.

Izinkan aku main ke duniamu.
Dan sebenarnya kita punya dunia paralel yang bisa kita huni berdua.

Silakan main ke duniaku.
Itu pun jika kau mau.
Itu pun jika kau mengerti.

Tidak seperti biasanya kau absen hari ini. Kehampaan malah buat sesak dan membunuh. Ataukah aku yang tidak biasanya kosong di waktu-waktu seperti sekarang?


posted by Unknown

No comments

Sepi.

Hancur


posted by Unknown

No comments

Bisa kah kau menghancurkan kerikil kecil?
Atau gula?
Atau tepung?
Atau pasir?

Jangan kecil hati jika hancur, kawan
Sekarang semua tak kuasa menghancurkanmu lagi

Satu Rembulan


posted by Unknown

No comments

Dalam kesunyian dan kegelapan malam
Dari jarak yang terbentang memisahkan
Dengan jiwa yang rindu akan tutur kata dan tampak

Kita masih bisa memandang sang chandra, di langit tempat ia bertakhta

Bersama-sama

No Title 6


posted by Unknown

No comments

Selalu ada tempat di benak untuk mengenang kata-kata,

Tetapi,

Masih ada tempat sangat lapang untuk mengenang tiap tatapan tajam dan suara yang membuat candu.

No Title 5


posted by Unknown

No comments

Pesanmu sudah tersaji bagai kopi di pagi hari, yang harumnya semerbak menunggu mataku membuka dari lelap

Senang membacanya, tapi maafkan, hatiku masih malu pada otakku

No Title 4


posted by Unknown

No comments

Jangan tanya apakah kehadiranmu membikin jemu

Malah aku menunggu

No Title 3


posted by Unknown

No comments

Seseorang menggores kalimat untuk kuis
"Jelaskan bagaimana 'tak harus memiliki' itu agar tak menjadi klise"

Saya masih baru. Saya dapat E.

Stasiun


posted by Unknown

No comments

Deru kereta di kejauhan makin lama makin mendekat membawa ratusan jiwa yang berpeluh dan lelah

Seketika kuingat kamu

Tapi bukan sekarang waktunya kamu ada bersama ratusan jiwa yang menyeruak keluar di jalur dua

Dan kalau pun ada kau, tak mungkin kau turun di jalur satu tempatku menunggu kereta yang membawaku menjauh dari kota

Kutunggu kau di jalur dua tempatnya jiwa berkumpul datang ke keagungan metropolitan.

No Title 2


posted by Unknown

No comments

Sinar mentarilah yang menuntunnya
Desir angin yang berkisah padanya
Alam mengajarinya banyak hal
Dan berbudi baik ia dapatkan dari kawan

Dengan begitu, ia tak butuh yang lain.

No title


posted by Unknown

No comments

Entah mengapa makan siangku tadi tak seenak kemarin
Dan minuman kurang dapat melenyapkan dahaga
Bincang-bincang pun serasa hambar.

Entah aku yang sakit atau memang kau sedang tak ada di antara mereka

Speechless


posted by Unknown

No comments

Jariku yang lebih lincah luncurkan kata-kata
Daripada lidahku
Saat aku
Berujar padamu

Tears


posted by Unknown

No comments

Begitu kikir kau dengan air matamu
Sampai-sampai harus aku yang meneteskan air mata
Untukmu
Seorang

?

Apa Bedanya


posted by Unknown

No comments

Kebenaran dan kebatilan dalam ujarmu

Seperti hari Ahad dan hari Minggu

Going Home


posted by Unknown

No comments

Selalu terpikir, mengingini, dan melaksanakan satu kata yang membikin tentram hati dan mendamaikan jiwa yang saling rindu.

Pulang. 

(Gambar dibuat pada 2010)

Ramadan


posted by Unknown

No comments

Kau datang dengan berlari-lari kecil dan tanpa sungkan mengetuk pintu rumah kami.

Saat kau masuk, kami tahu kau tak akan pergi dari sini untuk waktu yang lama. Memang sudah kami kira, dan nyatanya kau adalah tamu mulia.

Dan tiba-tiba saja waktu menjemput, maghrib ini kau akan pergi bersamaan dengan hilangnya rembulan.

Kamus


posted by Unknown

No comments

Aku kalut
Lalu tanganku secara serampangan mengambil sesuatu
Kamus

Apa yang dapat aku temukan dalam kamus?
Mudah-mudahan aku menemukan suatu kata asing yang dapat merenggut kekalutanku.

Aku telusuri lembar per lembar dengan ibu jariku.

Abjad 'A' aku lewati, langsung ke 'B'.
Lalu menuju 'C'
Tak ada satupun yang menarik hatiku.

D, E, F, G, H, I, J
Satu per satu, bahkan ada yang tidak kubaca; beberapa halaman.
Kemudian mataku tertuju pada huruf setelah J.

Aku mencium wangi harapan. Mendengar derik bahagia. Menangkap riang yang mengerling.

[pron.jamak] yang diajak bicara; yang disapa (dl ragam akrab atau kasar) 

Kenapa tidak dari tadi terpikirkan?


Kisah Arang


posted by Unknown

No comments

Aku coba datang keharibaanMu dengan bersusah seperti serat tambang yang tinggal seutas habis dicacah.
Arang yang meng-abu ini sekarang tak ada daya karena tak henti terjang bahaya.
Mungkin telah terbit ingin yang tidak-tidak,
sampai abaikan semua akibat.
Apa istilahnya? Sombong? Takabur? Jumawa?

Abu yang seperempat arang ini sedang meregang asa,
ulurkanlah tanganMu,
kumohon

Masih kugantungkan harap padaMu.

Sujud


posted by Unknown

No comments

Mengambil air untuk mensucikan diri rasanya sia-sia. Mana mungkin jadi suci jika masih kutinggalkan puluhan anak yang ditinggal bapak,
Yang mempunyai perut cekung,
Mata kelabu,
Wajah masam,
Serta ibu-ibu yang hanya bisa masak kerikil untuk makan anak-anaknya.

Kusebut namaMu,
Tapi mungkin Kau tidak mendengarkanku berseru mengagungkanMu
Hanya terdengar seperti lolongan serigala di malam purnama
yang melolong di malam hari,
dan tidak di siang hari,
seperti aku yang menundukkan kepala di hadapanMu,
di saat sunyi,
dan tidak di saat gaduh.

Dari dulu dan sekarang aku juga milikMu
Apa aku memilikiMu?

Saat matahari sepenggalahan adalah saat penentuan nasibku
Aku seperti telur di ujung tanduk,
yang bersiap akan tergelincir, pasti tergelincir,
dan saat aku tergelincir, izinkan aku menggapai lindunganMu

Esok, dihadapan puluhan mata, aku akan tak berdaya
dan Kau tahu aku dari dulu, hanya pura-pura tangguh
Di hadapanMu, aku

Kuharap Kau masih mau membukakan pintu untuk bajuku yang berlumur darah dan digelayuti nyawa tak berdosa.

Teman Sebelah


posted by Unknown

4 comments

Langkahmu membawaku ke tempat asing tak terjamah
Tak ada suara yang kau timbulkan, tetapi aku bisa mendengar hiruk pikuk pikiran-pikiran yang menyeruak dari benak minta ditarik keluar

Lalu kau pergi
Dan aku juga pergi
Lagipula tidak ada kata berarti keluar dari mulut untuk saling pecahkan hening
Hanya sejumput basa-basi yang penting unjuk toleransi

Denganmu aku seakan mengembara, berkenalan dengan makhluk asing, menjajal tebing terjal
Merebut pedang sakti, bertarung lawan musuh, berkelana dengan kapal selam, tapi yang sampai sekarang belum terjadi adalah sama-sama menjelajahi pikiran masing-masing

Kamu dan aku merajut angan bersama
Tapi kita berkelana di panel yang berbeda


Impas


posted by Unknown

No comments

Bukankah kita memang senang main-main?

Dari awal aku pun tak dapat raba suatu kenyataan dalam ujarmu
Bukankah kita memang penuh dusta?

Dari saat pertama aku melihatmu, tak kutemui suatu kesungguhan dalam pupilmu
Bukankah kita memang tak pernah sungguh-sungguh?

Dari dulu aku tak kuasa enyahkan rupamu yang memerangkap benakku
Bukankah kita memang saling membelenggu?

Kali Ini


posted by Unknown

No comments

Kali ini aku hanya ingin sajak
Sajak-sajak pertama yang membawamu bersua denganku
Membawa riak gelombang putus asa jauh dari
pedesaan rasa
Sejenak lupakan badai dan gemuruh di dataran sana
Mengapa tak tenang-tenang dahulu sejenak
Selagi bencana rehat dulu dari urusan siksa? 

Tak Terjamah


posted by Unknown

No comments

Kau adalah merpati
Dekat namun tak kuasa dijinaki
Laksana elang, kau
Selalu mengembara lewati angkasa biru
Jauh tinggi tak terjamah diri
Tapi kau pasti kembali
Karena kuyakin kau kasihku yang abadi

Introvert


posted by Unknown

No comments

Indah, tak melulu mewah dan gegap gempita
Maka itu mengertilah
Aku ingin hayati keindahan sederhana ini
Dalam hening dan sunyi
Tanpa hadir manusia, bahkan kamu
Hanya dan jua aku