Salam.
Teman-teman pasti tahu odong-odong. Itu lho, bentuknya seperti becak, tetapi sering dinaiki anak-anak lantaran ada lagunya. Harganya Rp 1000,00 per lagu.
Biasanya odong-odong ini muncul pada sore hari. Pas saat anak-anak main ke luar. Dan kadang si mbak menggunakan alat ini untuk menenangkan anak yang rewel, hehehehe...
Lihat kebunku, penuh dengan bunga
Ada yang putih, dan ada yang merah
Setiap hari kusiram semua
Mawar melati, semuanya indah
Teman-teman yang sudah bukan balita lagi pasti sudah jarang bahkan tidak pernah lagi mendengar lagu di atas, bukan? Anak-anak balita pun sekarang meghapal lagu-lagu dewasa. Perbendaharaan lagu anak-anak yang mendidik menjadi berkurang di kalangan anak-anak.
Untung ada odong-odong yang tetap setia memutar lagu-lagu anak seperti "Hai Becak", "Naik-Naik ke Puncak Gunung", "Ketilang", "Ambilkan Bulan Bu", dan masih banyak lagi. Dengan begitu anak-anak masa kini masih mendengar dan akrab dengan lagu anak-anak.
Thanks to odong-odong yang telah mengabadikan lagu anak-anak.
Archive for September 2010
posted by Unknown
posted by Unknown
Baru-baru ini kita dibuat terkaget-kaget dengan isu BBQ (Bakar-Bakar Quran) yang rencananya akan dilakukan di salah satu negara bagian AS.
Tapi pada akhirnya, bukan dibakar tapi dirobek... Dirobek pun menurut saya merupakan satu penghinaan, apalagi dengan niat si perobek yang tidak masuk akal menurut saya.
Pembangunan Moslem Center di Ground Zero yang notabene adalah lokasi tragedi 9/11, dikecam masyarakatnya di New York.
Menurut saya sih, kebebasan beragama harus ditegakkan dimanapun juga, karena agama kan merupakan satu pilihan yang dianggap paling baik bagi individu yang memilihnya. Bukankah kitab suci itu salah satu bagian dari pilihan? Kalau kita memilih satu agama otomatis kita juga mempelajari dan menghayati kitab sucinya, kan?
Warga barat masih terserang Islamophobia, karena dianggap Islam sudah menghancurkan dengan aksi terorisnya.
Kan nggak bisa dianggap kalau semua pemeluk Islam adalah teroris. Terorisnya aja yang dablek. Agama manapun pasti tidak menginginkan pertumpahan darah, kan? "Ya berarti terbukti yang bikin rusuh itu tidak mengamalkan ajaran agamanya dengan baik," kata salah satu teman saya.
Saya pikir semua orang harus menghormati keputusan orang lain, dan tidak terbatas masalah prinsip dan agama saja. Saya sendiri Muslim dan saya menghormati teman-teman dan orang lain yang non-Muslim. Ini masalah prinsip, dan prinsip orang kan berbeda-beda.
Saya percaya ada sistem timbal-balik dalam bermasyarakat. Kita menghormati prinsipnya, dan dia akan menghormati prinsip kita.
Biarkanlah kita dengan prinsip kita berjalan secara harmonis dengan prinsip yang berbeda, asal tidak mengganggu.
posted by Unknown
Kalau kita melihat TV sore-sore, coba lihat di salah satu channel, pasti ada dua bocah botak Upin dan Ipin.
Adik-adik sepupu saya sangat gemar menontonnya, sampai saya sendiri mengalami jenuh tingkat tinggi :(
Begitu terkenalnya si Upin Ipin, adik sepupu saya kadang suka meniru gaya bicaranya yang kental dengan logat melayu.
Salah satu episode Upin-Ipin menampilkan lagu "Rasa Sayange". Saya takut kalau adik-adik saya mengira kalau lagu itu adalah lagu asli Malaysia, padahal itu kan dari Indonesia. Lebih takut lagi, anak-anak akan belajar mengklaim yang bukan miliknya atau tidak mengakui apa yang seharusnya adalah miliknya.
Terlepas dari "Rasa Sayange" tadi, cerita yang diangkat sebenarnya dekat dengan kehidupan anak-anak. Cukup menghibur. Tetapi kok kadang-kadang saya susah menerima ya... Karena Malaysia sudah beberapa kali mengklaim kebudayaan Indonesia, kok saya jadi sensitif...
Saya yakin bukan cuma saya yang sensitif.
Seharusnya (dan bagi saya ini susah sekali) saya objektif ya... Cerita yang diangkat sebenarnya bagus, cuma karena saya mengetahui itu dari Malaysia, saya langsung tidak suka. Seharusnya saya bisa lebih objektif, sekali lagi. Kalaupun misalnya Upin Ipin atau kartun sejenis berasal dari negara lain tentunya saya senang senang saja dengan hadirnya Upin Ipin (tetapi sekali lagi, saya sedang berusaha objektif, mohon dibantu, saya tidak menyalahkan Upin Ipin sama sekali, apalagi Kak Ros, hehehe...) Ya... Kalau saja tidak ada kejadian "Malaysia mengklaim kebudayaan Indonesia", saya tidak ilfeel.
Dan, kalau ada yang tidak baik dari salah satu acara, kita buang, di lain pihak kita menyerap yang baik. Dan memberi tahu yang lain supaya melakukan yang saya sebutkan barusan.
Dengan adanya kartun-kartun dari luar negeri, kita bisa berangan, "Kapan Indonesia bisa membuat kartun sendiri, yang bisa ngetop di negeri orang...?" dan lain sebagainya. Saya kira itu bagus untuk memotivasi kita semua.
Maaf kalau ada salah kata dalam post ini.
Salam.
posted by Unknown
Masih seputar lebaran, kemarin Alhamdulillah saya melewati lebaran dengan senang, hepi, dan tak ada beban.
Sepupu-sepupu saya datang lagi. Beserta bapak dan ibunya. Rumah saya menjadi gegap gempita.
Pada pagi hari, tetangga-tetangga datang ke rumah saya. Sekedar mengucap "minal aidin", tetapi aliran kunjungan tak berhenti sampai siang.
Lucu banget ya, serasa punya saudara...
Rasanya udah kenal baik bertahun-tahun sama lingkungan rumah, padahal baru 2 tahun saya di rumah ini.
Sementara nenek dan kakek saya tinggal di rumah, saya dan ibu saya mampir mengunjungi rumah kerabat lain. Menjelang siang, kerabat dekat pun berdatangan, tante dan om saya semuanya, berserta adik-adik sepupu yang lucu-lucu dan bandel, hehehehe peace :)
Ya biasalah, makan ketupat dan opor ayam, makan kue kering, ngobrol, minta maaf, dan bagi-bagi THR untuk anak-anak kecil (saya kebagian juga sih...)
Semua itu terjadi sampai malam hari, saat mereka pamit undur diri. Saya merasakan rasa senang dan capek, karena saya harus bersih-bersih rumah setelah mereka pulang. Tetapi rasa capek itu tidak terasa karena senang sudah bertemu sanak saudara yang lama nggak ketemu...
posted by Unknown
Hari terakhir saya bulan puasa, rumah saya penuh dengan adik-adik sepupu, 3 orang saja, tapi ramainya seperti ada tawuran, hehehehehe...
Pokoknya intinya gini deh, akhirnya saya bisa menyelesaikan kewajiban saya berpuasa dengan baik, alhamdulillah... Sekarang, di luar ramai dengan kalimat takbir dan suara petasan.
Minal aidin wal faidzin, mohon maaf lahir batin.
Salam.
posted by Unknown
Salam,
Ini awal pertama saya buat blog. Mumpung mau lebaran, saya cerita sedikit tentang lebaran saya ya...
Sudah 14 kali saya berlebaran. Dan setiap lebaran ada yang beda.
Saya juga sudah 1 kali pindah rumah, dan ini adalah lebaran kedua di rumah baru :)
Kalau lebaran pasti di rumah disediakan kue kering. Saya paling suka nastar. Ehehehehehe.... Dan pasangan nastar biasanya kaastengels. Mudah-mudahan lebaran kali ini membawa kesan yang lebih bagus dan unik dari tahun kemarin. Amiin.