Ini jepretan saya sendiri lho... dari Lantai 5 Hotel Atlet Century Park pukul 06.30 WIB tahun 2009 dalam rangka OSN SMP 2009

Archive for 2015

Parfum


posted by Unknown

No comments

Kamu bilang bau yang sejenak mampir menggoda inderaku itu bukan bau apa-apa

Aku hanya pakai parfum biasa, katamu, tapi aku yakin angin semilir telah mengantarkan aroma sedap yang membuatku terkenangmu

Parfum akan berbau beda jika dilekatkan pada manusia yang berbeda, kasih

Hangat


posted by Unknown

No comments

Kubayangkan kunang-kunang menari nari menyinari malamku yang hangat lagi teduh berawan
Dan bulan sabit yang melengkung tenang

Dan aku bergelung dalam selimutku, menunggu kau mematikan lampu dan menghidupkan lampu tidur

Kukira serupa inilah kehangatan yang dulu terenggut dariku
Kemudian kembali

Apa pun yang kau suka


posted by Unknown

No comments

Sekarang sebutkan makanan pantanganmu
Terasi
Sate
Ayam bakar
Ambillah, minta kalau mau

Sudah waktunya hanya Tuhan yang mencukupi segala maumu.

RIP Uti. Eyang kami.

Berandal


posted by Unknown

No comments

Jadilah berandalan yang tak menjamin
Ketenangan dan keselamatan
Dunia dan akhirat

Maka ibumu akan merasakan kembali sakitnya menyusui dan juga melahirkan sang berandal

Takdir


posted by Unknown

No comments

Takdir selalu datang tanpa perasaan
Jika ia membawa kabar baik bagimu juga bukan berarti ia mengasihani kamu

Dia telah takluk akan upayamu

Jika ia membawa kabar buruk bagimu,
Ya,
Keji memang
Namun juga tak ada inginnya untuk menjatuhkanmu 

Dia mendekatkanmu kepada pemilikmu

Di Toko Buku


posted by Unknown

No comments

Buku buku yang kuinginkan seakan sirna daya tariknya
Akibat hanya receh yang kupunya

Namun aku masih yakin bahwa kalimat masih dapat memikat tanpa biaya

Kupikir masih bisa berdoa agar terkumpullah receh itu, lalu habis kesabaranku tiga detik setelah doa.

Kuputuskan membuat kisahku sendiri

Vertigo


posted by Unknown

No comments

Tuhan,
Ada dua kemungkinan mengapa
Kau buat dunia ini berpusing layaknya gasing
Ini cobaan, ataukah hukuman

Aku lah hamba Mu yang
Percaya diri akan
Dirinya kotor berdosa

Malam Takbiran


posted by Unknown

No comments

Malam ini adalah ujung penantian
Akan makanan segar dan hangat yang menanti di dapur
Meskipun tidak dari semua dapur yang berasap membubung

Malam ini adalah ujung penantian
Akan busana cemerlang dan berwarna terang
Meskipun tidak dari semua terang yang harus baru 

Malam ini adalah akhir dan awal dari sebuah penantian
Akan bulan istimewa
Meskipun mungkin, aku belum mengerti kegembiraan dalam sebuah penantian 

Sangsi


posted by Unknown

No comments

Aku tidak sangsi terhadapmu, tapi rasa memberangus di dada itu masih tetap ada walau sedikit

Sama sepertimu.

Tolong mengerti.

Dan aku harap kita bisa menghapusnya bersama.

Dengan aku sebabmu dan kamu sebabku.

Pintu


posted by Unknown

No comments

Saking derasnya air mengucur dari shower di kamar mandiku dan di dapurku, sampai sampai aku tak dengar ada ketukan di pintu depan.

Harusnya aku mandi dan mencuci piring lebih cepat.

Harusnya aku bergegas.

Harusnya aku.....

Kacang


posted by Unknown

No comments

Aku suka kacang.
Pinjam dapurmu, dong. Dapurku rusak

Aku mau coba buat kue pakai selai kacang. Dan minuman dari selai kacang.

Apa kau suka kacang?
Kalau tidak suka, mungkin aku akan buatkan yang lain selain dari kacang. Smoothies pisang atau apel, eh?

Pinjam dapurmu, ya?

Mana mungkin aku buatkan smoothies pisang atau apel kalau kau tak bukakan pintu untukku?

Doa


posted by Unknown

No comments

Tolong hamba, peluklah ia dengan doa yang hamba panjatkan setiap malam
Liputi dengan kedamaian, bukan janji kosong yang sewaktu waktu dapat meledakkan dunia kami

Pojok


posted by Unknown

No comments

Tubuh penuh peluh dan pikiran terkuras terpacu

Sejenak kupalingkan wajah ke pojokan itu

Di situlah menggunung kenangan dan rindu yang terluput

'Press Conference'


posted by Unknown

No comments

Suatu waktu kau bertanya apakah ada bayangmu dalam padatnya waktu

Yang kau tak tahu adalah bahwa dalam ketergesaan, cinta pun tak jua gugur

Bukan Apa Apa


posted by Unknown

No comments

Mengapa rupanya jika akhirnya kau tidak menjadi apa apa?

Apa, kau takut untuk tidak menjadi apa apa?

Baiklah, sekarang pikirkan apa apa yang kau butuhkan agar kau jadi apa apa

Karena apa yang ada di masa depan tak bisa kau terka terka

Mungkin, Itu Aku


posted by Unknown

No comments

Kau sedang berjalan di jalanan lebar yang sisi sisinya ditumbuhi pohon pohon berdaun hijau dan jingga

Lalu mungkin kau dapati angin berdesir membisikkan suatu kisah

Itu mungkin aku yang sedang ingin bercerita

Kau sedang menikmati teh hangat di tamanmu, di malam hari, ketika mungkin kau menemukan satu bintang terang yang berkelip

Itu mungkin aku yang wajahnya sedang berseri

Ketika kau meringkuk dalam selimut tipis dan tiba tiba kau merasakan hangat bak diselimuti jerami

Itu mungkin aku yang ingin melindungi dan ingin kawani

Pertama Kali


posted by Unknown

No comments

Harapan mengalir dalam tubuhku ketika pertama kali kau mengetuk pintu

Lebam tersamar ketika kau pertama kali melepaskan alas kaki lalu masuk

Kusambut kau dengan secangkir kopi panas di dalam satu cangkir kecil,

Berharap kau kerasan di sini.

Saat Badai


posted by Unknown

No comments

Mudah-mudahan kapal kita tak terbelah dua,
Sampai di tujuan atau menemukan pulau baru tak berpenghuni

Ada saatnya kita lanjutkan apa yang tertunda
Atau pun memulai yang baru
Dengan rasa yang klasik

Belenggu


posted by Unknown

No comments

Tak biasanya aku terjaga tengah malam
dengan tak memikirkan apa apa,
pun dirimu.

Sesak dan sempit.

Yang aku damba sekarang hanyalah
Lepasnya belenggu di dadaku
Membiarkan udara mengalir leluasa seperti darah di dalam tubuh

Karya


posted by Unknown

No comments

Kamu bilang bikinan tanganmu berantakan sampai aku harus menghapusnya.

Aku hanya mengiyakan.

Tapi persembahanmu untukku itu masih kudengarkan sampai sekarang.

Hati tertawa geli, omong kosong katamu jelek!

Musisi Alun-Alun


posted by Unknown

No comments

Sudah beberapa menit ia berpindah-pindah dari satu meja ke meja lain, begitu juga dengan petikan gitarnya. Bukan asal jreng dengan kelima jari diayunkan sekenanya ke senar-senar, masing-masing jarinya seakan punya otak sendiri, meloncat di antara satu persatu senar.

Fur Elise.

Dia tahu banyak kuping mencuri dengar. Tapi tidak bayar. Terdengar curang bagi mereka (termasuk dia) yang tak ber uang. Tapi ngamen tak ubahnya berjudi, bisa kita main tebak-tebakan dengan bocah, tamu mana yang ngasih uang berapa.

Belum lagi di dekatnya ada teman-teman seprofesi, mereka main keroyokan sampai ada personil yang main cajon! Suaranya dan suara mereka beradu. Ia hanya bermodal gitar tuk menembang gita, sementara kawan-kawannya melontarkan nyanyi, beramai-ramai.

Entah duit sudah cukup atau ia kalah massa, ia menyingkir menyisakan pencuri dengar yang kecewa.

Mercusuar


posted by Unknown

No comments

Sinar berkelap kelip yang memancar dari atas tebing itu selalu dan akan memandu tiap orang mencapai angannya

Di daratan tujuan yang mungkin mereka sama sekali belum mengenalnya

Tapi mereka yakin, di sanalah ditepati segala janji bagi mereka yang terus berharap

New Orleans


posted by Unknown

No comments

Tabir anganmu tentang kafe luar ruang, cuaca yang berangin, dan musisi jalanan mengisi hariku dan harimu itu terbuka,

Sudah jadi nyata walau baru goresan ingin yang terlintas di kepala

Suatu Pagi


posted by Unknown

No comments

Apa lagi harmoni yang paling membahagiakan
Selain dentingan sendok yang berputar riang di dalam secangkir kopi, mengusir uap panas pergi?