Dalam bisuku
Dalam diamku
Dalam ronaku
Kuamini kata katamu
posted by Unknown
Dalam bisuku
Dalam diamku
Dalam ronaku
Kuamini kata katamu
posted by Unknown
Jangan khawatir akan kemampuanku mengemudi perahu
Yakinkan dirimu bahwa kita akan bertemu
Di tanjung yang satu
posted by Unknown
Mungkin ada baiknya aku tak ketahui seluk beluk duniamu
Karena langkahku mungkin juga tak akan bisa menembus batas antara duniaku dan duniamu
posted by Unknown
Our clock is still ticking.
Despite of that,
Should we stop counting?
posted by Unknown
Jadi rasanya seperti ini
Untuk menunggu-nunggu yang ditunggu
posted by Unknown
Kulihat kabut selimuti raga dan pikirmu
Lalu izinkan aku menyibak kabut itu
Sedikit demi sedikit
Dan aku akan membuka tirai yang membungkus
Sehelai demi sehelai
Agar kita bisa beradu pandang dan setara detaknya
Dan bersama
posted by Unknown
Ada asa dalam masing-masing diri
Aku dan kamu
Ada harap yang membuncah dari tiap tiap jiwa yang saling pinta
Pinta untuk saling kawani diri
Berlindung dari sergapan sepi
Dan tiap tiap insan masih menyimpan ingin
Wajah mereka memerah dan memanas; berusaha membaca harap yang terpancar dari nurani
Tenggorokan tercekat; lidah kaku
Saat utarakan bisikan kalbu
Masing masing pasti terpikir dalam benak,
"Ayolah, kau pasti mengerti"
Copyright Feriz' Corner 2011
Powered by Your Inspiration Web
Converted by Smashing Blogger for LiteThemes.com