Kamu bilang bikinan tanganmu berantakan sampai aku harus menghapusnya.
Aku hanya mengiyakan.
Tapi persembahanmu untukku itu masih kudengarkan sampai sekarang.
Hati tertawa geli, omong kosong katamu jelek!
posted by Unknown
Kamu bilang bikinan tanganmu berantakan sampai aku harus menghapusnya.
Aku hanya mengiyakan.
Tapi persembahanmu untukku itu masih kudengarkan sampai sekarang.
Hati tertawa geli, omong kosong katamu jelek!
posted by Unknown
Sudah beberapa menit ia berpindah-pindah dari satu meja ke meja lain, begitu juga dengan petikan gitarnya. Bukan asal jreng dengan kelima jari diayunkan sekenanya ke senar-senar, masing-masing jarinya seakan punya otak sendiri, meloncat di antara satu persatu senar.
Fur Elise.
Dia tahu banyak kuping mencuri dengar. Tapi tidak bayar. Terdengar curang bagi mereka (termasuk dia) yang tak ber uang. Tapi ngamen tak ubahnya berjudi, bisa kita main tebak-tebakan dengan bocah, tamu mana yang ngasih uang berapa.
Belum lagi di dekatnya ada teman-teman seprofesi, mereka main keroyokan sampai ada personil yang main cajon! Suaranya dan suara mereka beradu. Ia hanya bermodal gitar tuk menembang gita, sementara kawan-kawannya melontarkan nyanyi, beramai-ramai.
Entah duit sudah cukup atau ia kalah massa, ia menyingkir menyisakan pencuri dengar yang kecewa.
posted by Unknown
Sinar berkelap kelip yang memancar dari atas tebing itu selalu dan akan memandu tiap orang mencapai angannya
Di daratan tujuan yang mungkin mereka sama sekali belum mengenalnya
Tapi mereka yakin, di sanalah ditepati segala janji bagi mereka yang terus berharap
posted by Unknown
Tabir anganmu tentang kafe luar ruang, cuaca yang berangin, dan musisi jalanan mengisi hariku dan harimu itu terbuka,
Sudah jadi nyata walau baru goresan ingin yang terlintas di kepala
posted by Unknown
Apa lagi harmoni yang paling membahagiakan
Selain dentingan sendok yang berputar riang di dalam secangkir kopi, mengusir uap panas pergi?
Copyright Feriz' Corner 2011
Powered by Your Inspiration Web
Converted by Smashing Blogger for LiteThemes.com