Mendadak merasa
Semua hal harus diriku yang putuskan
Hai kau, adilkah?
posted by Unknown
Mendadak merasa
Semua hal harus diriku yang putuskan
Hai kau, adilkah?
posted by Unknown
Masih saja kau mengorek kenanganku yang lalu
Dan aku yakin kau memang senang berkubang dalam genangan luka
Memang kau penantang bahaya
posted by Unknown
Jika rasa dan badai dalam benak tak ingin kau tuangkan
Pun padaku,
Cukup layangkanlah sajakmu
posted by Unknown
Banyak detik terbuang percuma
Berakhir dengan kehampaan
Wajar jika yang ditunggu seperti dapat tamparan
Karena yang menunggu sudah hilang kesabaran
Untuk membuat makin jauh menenggelamkan diri ke dalam danau penyesalan
Harus terima kenyataan
Bahwa akulah yang sebabkan
Disebabkan karena kealpaan seorang insan
Maafkan
posted by Unknown
Keegoisan menumbuhkan harap
Harapan buta mesti ditunaikan
Tapi seperti biasa, kamu yang permisif selalu mengiyakan
Untuk membalasmu,
Aku harus apa?
posted by Unknown
Jika ada satu hal yang patut dinanti
Kupastikan itu
Kau
posted by Unknown
Kuharap bukan hanya karena rupa
alasanmu memetik setangkai sekar untuk kau tanam menghiasi jendela kamarmu
posted by Unknown
Ada susunan huruf yang seakan tabu, membuat detak jantung menghangus seperti abu,
Seseorang yang asing bagi kita tetapi tak asing bagimu.
posted by Unknown
Diriku tersesat di belantara aksara yang masing-masingnya mengungkapkan sebuah makna
Kemudian terperosok jurang numerik nan teoritis yang masing-masingnya mengungkap suatu misteri
Dan selama itu pula lah aku terjebak badai keraguan,
ketakpastian
kebingungan
Menunggu benak siap melontarkan apa yang dijejalkan kepadanya
Pada hari di mana semuanya menentukan.
posted by Unknown
Aku hanya ingin tahu ada apakah gerangan yang tercipta dari kata kata yang kau buat
Yang tak terjamah dan tak tertuju
Apakah di dalam sana ada
Aku?
Apakah aku yang kau
Tuju?
Copyright Feriz' Corner 2011
Powered by Your Inspiration Web
Converted by Smashing Blogger for LiteThemes.com