Deru kereta di kejauhan makin lama makin mendekat membawa ratusan jiwa yang berpeluh dan lelah
Seketika kuingat kamu
Tapi bukan sekarang waktunya kamu ada bersama ratusan jiwa yang menyeruak keluar di jalur dua
Dan kalau pun ada kau, tak mungkin kau turun di jalur satu tempatku menunggu kereta yang membawaku menjauh dari kota
Kutunggu kau di jalur dua tempatnya jiwa berkumpul datang ke keagungan metropolitan.