Bukankah kita memang senang main-main?
Dari awal aku pun tak dapat raba suatu kenyataan dalam ujarmu
Bukankah kita memang penuh dusta?
Dari saat pertama aku melihatmu, tak kutemui suatu kesungguhan dalam pupilmu
Bukankah kita memang tak pernah sungguh-sungguh?
Dari dulu aku tak kuasa enyahkan rupamu yang memerangkap benakku
Bukankah kita memang saling membelenggu?