Aku kalut
Lalu tanganku secara serampangan mengambil sesuatu
Kamus
Apa yang dapat aku temukan dalam kamus?
Mudah-mudahan aku menemukan suatu kata asing yang dapat merenggut kekalutanku.
Aku telusuri lembar per lembar dengan ibu jariku.
Abjad 'A' aku lewati, langsung ke 'B'.
Lalu menuju 'C'
Tak ada satupun yang menarik hatiku.
D, E, F, G, H, I, J
Satu per satu, bahkan ada yang tidak kubaca; beberapa halaman.
Kemudian mataku tertuju pada huruf setelah J.
Aku mencium wangi harapan. Mendengar derik bahagia. Menangkap riang yang mengerling.
[pron.jamak] yang diajak bicara; yang disapa (dl ragam akrab atau kasar)
Kenapa tidak dari tadi terpikirkan?
Archive for Maret 2014
posted by Unknown
posted by Unknown
Aku coba datang keharibaanMu dengan bersusah seperti serat tambang yang tinggal seutas habis dicacah.
Arang yang meng-abu ini sekarang tak ada daya karena tak henti terjang bahaya.
Mungkin telah terbit ingin yang tidak-tidak,
sampai abaikan semua akibat.
Apa istilahnya? Sombong? Takabur? Jumawa?
Abu yang seperempat arang ini sedang meregang asa,
ulurkanlah tanganMu,
kumohon
Masih kugantungkan harap padaMu.
posted by Unknown
Mengambil air untuk mensucikan diri rasanya sia-sia. Mana mungkin jadi suci jika masih kutinggalkan puluhan anak yang ditinggal bapak,
Yang mempunyai perut cekung,
Mata kelabu,
Wajah masam,
Serta ibu-ibu yang hanya bisa masak kerikil untuk makan anak-anaknya.
Kusebut namaMu,
Tapi mungkin Kau tidak mendengarkanku berseru mengagungkanMu
Hanya terdengar seperti lolongan serigala di malam purnama
yang melolong di malam hari,
dan tidak di siang hari,
seperti aku yang menundukkan kepala di hadapanMu,
di saat sunyi,
dan tidak di saat gaduh.
Dari dulu dan sekarang aku juga milikMu
Apa aku memilikiMu?
Saat matahari sepenggalahan adalah saat penentuan nasibku
Aku seperti telur di ujung tanduk,
yang bersiap akan tergelincir, pasti tergelincir,
dan saat aku tergelincir, izinkan aku menggapai lindunganMu
Esok, dihadapan puluhan mata, aku akan tak berdaya
dan Kau tahu aku dari dulu, hanya pura-pura tangguh
Di hadapanMu, aku
Kuharap Kau masih mau membukakan pintu untuk bajuku yang berlumur darah dan digelayuti nyawa tak berdosa.