Ini jepretan saya sendiri lho... dari Lantai 5 Hotel Atlet Century Park pukul 06.30 WIB tahun 2009 dalam rangka OSN SMP 2009

Archive for Agustus 2016

Hujan Deras


posted by Unknown

No comments

Oke langsung aja ya,
Biasanya pakai "saya" sekarang "gue"
Dan biasanya bersajak sekarang cuma cerita biasa

Singkat cerita, gue pergi ke Perpusat UI hari ini, Sabtu (27/8) buat minjem beberapa buku semester 5. Gue memang janjian dengan Radit yang juga ada urusan di Perpusat.

Setelah gue udah puas minjem buku dan urusan Radit udah selesai, gue dan Radit langsung menuju ke rumah gue di Pasar Minggu buat ngambil tas dan baju-baju (disuruh mama dan mama lagi di luar kota) dan rencananya dari Pasar Minggu gue langsung meluncur ke rumah tante gue di Cipete, naik Ves**pa.

Di sepanjang jalan menuju Pasar Minggu emang udah mendung-mendung gelap. Kami belum makan. Gue bilang gue pengen mi ayam dan akhirnya kami putuskan untuk makan di daerah Pasar Minggu.

Gerimis di dekat stasiun.
Kami lanjutkan perjalanan.
Hujan deras di daerah dekat Jatipadang dan kami singgah di restoran bakmi kecil.

Hujan makin deras. Sampai berkabut-kabut dan pepohonan bergoyang hebat.
Mereda.
Deras lagi.
Mereda
Deras
Hingga dua jam.

Dua jam lewat sedikit kami rasa sudah reda. Gue minta tolong Radit buat nyari ponco di minimarket terdekat. Stoknya kosong.

Kami pikir cuma gerimis, nekat kami naik motor ke Cipete.

Ya. Kami pikir begitu. 

Deras di pertigaan dekat sekolah Gonzaga. Jika kami pilih kanan, jalannya sedang diperbaiki dan riskan jika dilewati saat hujan. Gue sampe nyampirin mukena kayak pake selendang biar ga basah banget. Kami ga pakai jas hujan atau ponco.
Kami pilih kiri, lewat Ampera.
Mulus melewati TPU Jeruk Purut.

Begitu sampai di dekat perumahan Puri Mutiara, BANJIR.

Tadinya Radit nekat melewati banjir hingga jarak beberapa meter, namun di depan mata, banjir makin dalem.

Kami putar arah dan memutuskan masuk ke gang yang nggak taunya tembus di daerah Kemang Timur. Dari Kemang Timur kami ke daerah kantor Gojek. Dari kantor Go*jek kami masih meneruskan perjalanan ke Cipete. Kami berhenti di Alfamart untuk beli ponco. Akhirnya dapat. Langsung kami pakai.

Mulus hingga Pi**a Hu*, kami belok kiri. Masih terkendali hingga Graha K**emang...

Banjir.

Radit masih nekat menerjang (kalo kata Radit gas-nya di-pol-in terus rem nya juga diinjek biar rotasi mesinnya kenceng jadi airnya ga banyak masuk) dan kami menjumpai jalan menanjak.

Setelah jalan menanjak, turunan.

Maygat.

Macet di turunan.

"Banjir... Banjir!" Kami diarahkan bapak-bapak untuk melewati gang kecil. Macet di gang. Bensin tinggal satu strip.

Ternyata gang-nya tembus ke daerah P. Antasari.

"Ya udah kamu aku anterin ke Pasar Minggu lagi aja ya," kata Radit.

Gue iya aja, karena ke mana lagi?

Kami pilih untuk lewat Cilandak. Untung nggak macet-macet amat. Hujan deras berganti jadi gerimis.

Kami sangat capek.

Ketika kami melewati TB Simatupang, gue liat orang-orang di sebelah kiri gue pada mengarahkan kamera ke seberangnya. Karena penasaran, gue juga ngeliat ke sisi seberang.

Capek gue jadi lumayan berkurang, karena ada sesuatu yang menarik yang jarang gue liat.

Pelangi.
Pelangi besar,
Lengkap semua warna.

"DIT! PELANGI!"
"HAH APAAN SIH?"
"LIAT ITU PELANGI!!"
"IYA-IYA!"
"EH LO LIAT GA SIH?!"
"LIAAAAAT"

Dengan bahagia kami (apa gue doang) meneruskan perjalanan. Gue pun tidak peduli saat ternyata depan rumah gue banjir se mata kaki lewat dikit.

Langit biru di atas.