Cincin yang kauberi tempo dulu sekarang tak lebih dari
piring seng yang kau layangkan itu
Kenangan dan belai tanganmu seakan tak berbekas
tenggelam dalam bilur-bilur
biru dan meradang
Waktu yang kau janjikan dulu sekarang tak lebih dari
sedetik untuk mendera
Kata dan rayumu sekarang tak lebih dari
caci maki belaka nan panas
Piring, mangkok, panci, vas bunga
membuat gaduh suasana membentuk paduan
Paduan terjelek tapi angkuh yang sebenarnya
tak ingin kudengar
tak kuinginkan kau untuk membikinnya
Bingkai foto (dan fotonya) anak-anak, lalu foto kita juga
Setelah itu apalagi yang 'kan kau buat terbang?
Sekarang darah segar mengalir di sudut bibirku
Setelah kepala, tangan, bibir, lalu apalagi?
Ya; tanganmu mulai melayang lagi
Kurasa ini jawaban dari yang ditanyakan anakku tempo hari
"Mama, perang dunia itu, gimana sih?"
posted by Unknown