Kenanglah aku sebagai kawan yang sederhana
Kawan yang hanya ingin bermimpi dan mengejar mimpinya
Walau mimpi itu setinggi bintang dan lebih cepat larinya daripada cahaya
Kenanglah aku dalam kerumitan dan kesederhanaannya
Kebenaran dan kekhilafannya
Keberhasilan dan kegagalannya
Keceriaan dan kesenduannya
Bila aku berhasil, anggaplah aku hanya mencapai satu di antara bukit impian
Bila aku gagal, ingatkan aku bahwa aku sudah menyentuh pinggiran impian
Bila dalam kataku terdapat kebenaran, anggaplah aku memang sudah belajar
Bila dalam kataku ada khilaf, ingatkan aku untuk selalu belajar
Memang tak puitis sama sekali, Kawan, tapi hanya ingin kau kenang
Khilaf dan salah dariku, kumohon kau buang di pinggir jalan itu
Kenang kebaikanku walau kautemui hanya satu