Kalau udah deket lebaran, meja-meja mulai dipenuhi oleh toples-toples ceper yang isinya kue kering. Nanti pas hari raya, tinggal diletakkan di tempat-tempat strategis seperti meja tamu, di atas TV, dan lainnya yang dapat dengan mudah dijangkau.
Lebaran terasa nggak afdol kalau nggak ada kue-kue kering ini. Sebut aja yang populer, seperti nastar (kesukaan saya), kue putri salju, kaastengels, hmmmm..... Dan kue-kue lainnya.
Sampai tengah hari di hari lebaran, biasanya toples-toples udah mulai bolong-bolong alias mulai habis dimakan, baik dimakan oleh tamu maupun karena dimonopoli oleh tuan rumah.
Jangan takut kehabisan, karena siapa tahu tamu yang datang belakangan akan bawa setoples-dua toples kue kering lagi....
Itulah gunanya teman, pendamping, dan sebutan-sebutan lainnya. Melengkapi saat mulai kekurangan, dan mengurangi saat kelebihan, seperti cerita kue kering. Tamu-tamu yang datang akan makan kue kering, dan kedepannya siapa tahu kita yang dapat kue.
Ada rasa kangen yang tertuntaskan saat lebaran, seperti bertemu sanak saudara yang sudah lama tak kelihatan batang hidungnya. Rasa kangen atas suasana lebaran..... Jarang-jarang kan ketupat bergelimang di dapur kalau tidak di hari raya?
Jangan anggap remeh kue kering. Tanpa dia, hari raya dan acara ngumpul-ngumpul lain akan terasa hambar. Tanpa dia, mungkin usaha kecil dan menengah akan melempem. Tanpa dia, mungkin kita nggak kenal saudara jauh kita.
Mari berbagi kue kering.
posted by Unknown