Baru-baru ini kita dibuat terkaget-kaget dengan isu BBQ (Bakar-Bakar Quran) yang rencananya akan dilakukan di salah satu negara bagian AS.
Tapi pada akhirnya, bukan dibakar tapi dirobek... Dirobek pun menurut saya merupakan satu penghinaan, apalagi dengan niat si perobek yang tidak masuk akal menurut saya.
Pembangunan Moslem Center di Ground Zero yang notabene adalah lokasi tragedi 9/11, dikecam masyarakatnya di New York.
Menurut saya sih, kebebasan beragama harus ditegakkan dimanapun juga, karena agama kan merupakan satu pilihan yang dianggap paling baik bagi individu yang memilihnya. Bukankah kitab suci itu salah satu bagian dari pilihan? Kalau kita memilih satu agama otomatis kita juga mempelajari dan menghayati kitab sucinya, kan?
Warga barat masih terserang Islamophobia, karena dianggap Islam sudah menghancurkan dengan aksi terorisnya.
Kan nggak bisa dianggap kalau semua pemeluk Islam adalah teroris. Terorisnya aja yang dablek. Agama manapun pasti tidak menginginkan pertumpahan darah, kan? "Ya berarti terbukti yang bikin rusuh itu tidak mengamalkan ajaran agamanya dengan baik," kata salah satu teman saya.
Saya pikir semua orang harus menghormati keputusan orang lain, dan tidak terbatas masalah prinsip dan agama saja. Saya sendiri Muslim dan saya menghormati teman-teman dan orang lain yang non-Muslim. Ini masalah prinsip, dan prinsip orang kan berbeda-beda.
Saya percaya ada sistem timbal-balik dalam bermasyarakat. Kita menghormati prinsipnya, dan dia akan menghormati prinsip kita.
Biarkanlah kita dengan prinsip kita berjalan secara harmonis dengan prinsip yang berbeda, asal tidak mengganggu.
posted by Unknown